Rabu, 11 November 2009

ENAM MACAM SAHADAT

Posted in ENAM MACAM SAHADAT

SAHADAT

Sahadat artinya kesaksian. Kesaksian manusia terhadap eksistensinya. Bahwa sejatinya dia adalah hamba Tuhan. Dalam khasanah Pengutusan Wahyu sepanjang masa, mulai dari Adam AS hingga Muhammad SAW, setidak-tidaknya kita mengenal ada enam kesaksian. Berikut wawancara saya dengan KI KUMITIR tentang sahadat dan macamnya beberapa saat yang lalu.

WONG ALUS: Apa arti Sahadat bagi Panjenengan Ki?

KI KUMITIR: Sahadat artinya kesaksian seorang hamba setelah dipilih oleh-Nya menjadi wakil Tuhan bagi alam semesta.

WONG ALUS: Wakil Tuhan apa sama dengan Rasul Ki?

KI KUMITIR: Bisa sama tapi bisa juga tidak. Rasul jelas wakil Tuhan, tapi hakikat sesungguhnya bahwa setiap individu adalah wakil Tuhan juga.

WONG ALUS: Saya pernah mendengar bahwa sahadat setiap rasul yang diturunkan Tuhan di muka bumi ini berbeda-beda. Apa demikian Ki?

KI KUMITIR: Beda bunyinya, tapi substansinya sama. Yaitu tetap pengakuan eksistensi Tuhan Gusti Allah SWT. Tuhan Pencipta Semua Yang Ada. Ada kekhususan pada sahadat Muhammad SAW. Nabi terakhir ini mewartakan pertemuan langsung atau Makrifat kepada-Nya. Ini yang beda dengan syahadat para rasul yang lain.

WONG ALUS: Bisa dijelaskan secara rinci bagaimana bunyi sahadat masing-masing rasul Ki?

KI KUMITIR: Baiklah, akan saya paparkan sebagai berikut:

1. SAHADAT ADAM

Rasul yang pertama adalah nabi adam bunyi sahadatnya begini:

ASHADU ALA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA ADAM KHALIFATULAH.

PERINTAH TUHAN: hai adam kamu adalah utusan ku. Kamu jangan mempunyai keinginan ma’rifat kepada ku.

WALLAHU BATINUL INSAN AL INSANNU DOHIRULLAH.

Artinya: ketahuilah wujud kamu. Kenallah diri kamu. Wujud kamu adalah keadaan wujud aku. Hai! Adam setelah kamu memahami dan mengerti wujud kamu adalah wujud aku. Sekarang kamu harus sholat dua raka’at. Maka sholatlah adalah agar kamu menerima kebaikan.

2. SAHADAT NUH

Rasul yang ke dua adalah nabi nuh sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA NUH HABIBBULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai nuh kamu adalah utusan kami. Kamu jangan berkeinginan ma’rifat kepada kami.

Dalilnya SAMA-SAMI’AN. Kenallah pendengaran kamu. Pendengaran kamu adalah kenyataan pendengaran kami. Tapi sekarang kamu Nuh harus sholat di waktu zuhur empat raka’at dan kamu harus menerima di berikan dua kuping, dua mata. Begitulah sebabnya sholat zuhur empat raka’at.

3. SAHADAT IBRAHIM

Rasul yang ke tiga adalah nabi ibrahim sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA IBRAHIM KHALIFATTULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai ibrahim kamu adalah utusan kami.kamu jangan berkeinginan ma’rifat kepada kami.

Dalilnya (BASYAR dan BASIRON) Ketahuilah penglihatan kamu. Penglihatan kamu adalah kenyataan penglihatan kami. Kamu harus sholat asar empat raka’at dan kamu harus menerima di berikan dua mata, dua tangan. Begitulah sholat asar wajib kepada umat umatnya.

4. SAHADAT ISA

Rasul yang ke empat adalah nabi isa sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASHADU ANNA ISA ROKHULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai isa ketahuilah bahwa nafas kamu adalah kenyataan hidup aku. Dan kamu harus sholat tiga raka’at di waktu magrib dan kamu harus mengerti bahwa kamu telah di berikan dua lubang hidung dan nafasnya. Begitulah sebabnya fardu sholat magrib tiga raka’at.

5. SAHADAT MUSA

Rasul yang ke lima adalah nabi musa sahadatnya begini: (kata hidup kita kepada suaranya).

ASHADU ALLA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUSA KALAMMULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai Musa kamu adalah utusan kami. Kamu jangan berkeinginan ma’rifat kepada kami. Kenalilah ucapan kamu. Ucapan kamu adalah kenyataan ucapan Ku.

Dalilnya KALAM-MUTAKALIMAN tapi kamu sekarang harus sholat empat raka’at di waktu Isya dan kamu harus menerima di berikan depan, belakang, kanan, kiri. Begitulah sebabnya fardu sholat isa empat raka’at.

6. SAHADAT MUHAMMAD

Rasul yang ke enam adalah nabi muhammad. sahadatnya adalah begini:

ASHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADDARASULLULLAH.

PERINTAH TUHAN: Hai muhammad kamu adalah utusan kami. Sekarang kamu harus tajali. Kamu harus ma’rifat kepada kami sebab kamu adalah yang paling dekat kepada kami.

Dalilnya: AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU. artinya: Muhammad! rasa kamu adalah rasa kami. Maka pangkat mu Rasullulah. rasa kamu-rasa kami. Sekarang kamu adalah kekasih kami. Ini kami memberi cara untuk mendekatkan diri kepada kami. Turunlah kamu kepada anak cucu para wali dan umat-umat mu sampai akhir jaman. Begitulah perjanjian kepada rasul.

WONG ALUS: Terima kasih Ki, semoga membawa manfaat bagi kita semua.

KI KUMITIR: Sama-sama Mas, Saya cuma wong cubluk jadi sorry kalau ada kesalahan. Itu semata-mata karena keterbatasan saya sebagai manungso. ***

PERJALANAN MENEMBUS MALAM

Posted in ISRA MIKRAJ

Isra Mi’raj merupakan momen pernyataan-Nya. Bahwa bila Anda berjalan di orbit yang digariskan-Nya, maka Anda akan mampu menjadi diri yang sejati.

Dalam memperingati Isra Mi’raj biasanya kita akan mengingat kembali perjalanan yang dilakukan Rasulullah SAW dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidrat al Muntaha.

Interpretasi perjalanan ini bisa beragam. Ada yang menafsirkan ini sebagai perjalanan simbolik ruhani Rasulullah untuk menembus hijab-hijab/tirai-tirai kemanusiaan yang menutup selubung ketuhanan. Ada pula yang menafsirkan sebagaimana perjalanan fisis biasa yang dilakukan manusia dengan cara terbang melebihi kecepatan cahaya hingga menembus aras langit sap tujuh yang terletak di atas sana.

Dengan berbagai alasan, saya lebih sepakat dua interpretasi itu podho benere/ dua-duanya benar. Yaitu perjalanan ruhani untuk bertemu dengan SANG PEMEGANG KENDALI KEBENARAN, TUHAN SEMESTA ALAM YANG BERSEMAYAM DEKAT DALAM DIRI MANUSIA. Sekaligus juga PERJALANAN FISIK BELIAU MENUJU KE ISTANA-NYA. Yaitu perjalanan ruhani menuju YANG MAHA BATIN, dan perjalanan fisik menuju YANG MAHA LAHIR/JASAD/FISIK.

Bila dipecah, maka kata Isra Mi’raj ini dapat dibagi pada dua kata yaitu Isra dan Mi’raj. Isra’ berarti perjalanan malam (yang disimbolkan dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa), sedangkan Mi’raj berarti NAIKNYA Rasulullah (yang disimbolkan dari masjidil Aqsa naik ke tiap langit sampai Sidratul Muntaha).

Segala ide manusia memiliki HUBUNGAN SEBAB AKIBAT YANG SOSIOLOGIS. Termasuk juga dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Momen Isra’ Mi’raj terjadi saat RASULULLAH DITEMPA UNTUK MENJADI MANUSIA PILIHAN. Yaitu terjadi di masa sang Kekasih Tuhan ini menghadapi cobaan hidup yang sulit penuh kesedihan, ketika nabi kehilangan dua orang yang menjadi pilar perjuangannya, orang yang dicintainya, dikasihi, sangat dihargai, bahkan melebihi rasa sayang pada diri beliau sendiri.

Dua orang tersebut adalah Abu Thalib –paman– dan Siti Khadijah –istri, dua orang yang selalu mendukung dan membantu perjuangannya. INILAH MOMEN PUNCAK COBAAN yang dihadapi Muhammad SAW. Hampir saja dia putus asa dan lupa telah dilantik oleh TUHAN untuk menjadi UTUSAN YANG MENYAMPAIKAN KEBENARAN KEPADA MANUSIA.

TUHAN MAHA TAHU kemudian memerintahkan Jibril untuk memperjalankan Rasulullah dari masjidil Haram (Makkah) ke masjidil Aqsa (Palestina) untuk kemudian menuju SIDRAT AL MUNTAHA. Peristiwa menembus dimensi ruhani dan sekaligus fisik ini berlangsung hanya TEMPO SEMALAM, sebuah waktu yang sangat pendek atau sangat amat luar biasa.

Apa yang Allah SWT inginkan dengan plesir-nya Sang Rasul? Setidaknya, ada dua alasan yaitu PEMBERITAHUAN HAL GHAIB DAN PEMBERIAN PERINTAH SHOLAT. Pemberitahuan hal ghaib dapat dinalar saat dalam Isra Mi;raj itu Rasulullah diperkenankan melihat ke surga dan neraka, pertemuan Rasulullah SAW dengan para nabi terdahulu, Mulai Adam hingga Isa.

Kita tahu, hal ghaib merupakan salah satu yang harus dipercaya. Entah itu masuk akal, pernah mengalami dengan mata hati atau mata wadag atau tidak. Yang jelas instruksinya: WAJIB PERCAYA. Jadi hal ghaib merupakan aspek yang biasanya masih berada di luar pemetaan nalar manusia, sehingga PENGIMANAN TERHADAP HAL GHAIB MENJADI SUBSTANSI KEIMANAN SESEORANG.

Sedangkan mengenai PERINTAH SHOLAT dapat dimaknai sebagai keharusan manusia untuk tunduk dan sujud makhluk kepada YANG MAHA TIDAK BISA DIDEFINISIKAN. Dengan tunduk dan sujud kepada GUSTI inilah kehidupan peradaban bisa ditata dan dikonstruksi.

MANUSIA sebagaimana yang DICONTOHKAN RASUL adalah tulang punggung perjuangan menegakkan KASIH SAYANG, KEBENARAN, KEADILAN, KESEJAHTERAAN DAN KESELAMATAN DI ALAM SEMESTA. Substansi inilah yang harusnya dipahami oleh manusia lintas agama dan kepercayaan manapun.

Isra’ Mi’raj setidaknya menunjukkan kepada kita bahwa MANUSIA ADALAH MAKHLUK SPIRITUAL yang merindukan DIRINYA YANG SEJATI. Yaitu diri yang BERTAKWA (Berada di orbit dan ketentuan-Nya) dan AMAL SHOLEH (Perilaku di dalam Orbit-Nya).

SELAMAT MENEMPUH PERJALANAN MALAM: 27 RAJAB 1430 HIJRIYAH.
DAN SENANTIASA ELING LAN WASPADA…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar